Post by : Oubound Malang
A. Tujuan Permainan:
1. Melatih kekompakan
2. Memberikan pelajaran bahwa manusia tidak sempurna
3. Pentingnya tolong-menolong
B. Alat:
1. Penutup mata
2. Balon warna warni
C. Pelaksanaan
1. Permainan berkelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 2 orang
2. Masing-masing kelompok ada yang berperan sebabai orang lumpuh dan orang buta
3. Tugas kelompok adalah mengambil banda (misalnya: balon berwarna kuning) yang ditempatkan pada suatu tempat
4. Untuk mengambil benda yang diinginkan memerlukan kerjasama antara 2 orang tersebut. Di tengah perjalanan sudah disiapkan beberapa halangan
D. Peraturan:
1. Peserta yang berperan sebagai orang buta harus menutup mata sampai permainan berakhir
2. Kelompok yang dapat mengambil benda yang telah ditentukan dengan waktun yang tercepat menjadi pemenangnya.
Incoming search terms for the article:
- Melatih kekompakan
- Memberikan pelajaran bahwa manusia tidak sempurna
- Pentingnya tolong-menolong
Rabu, 12 Oktober 2011
Jumat, 07 Oktober 2011
Games Outbound: Pijat, Palu, dan Babat
Post by : Outbound Malang
A. Tujuan Permainan:
1. Memberikan suasana akrab
2. Saling memberi
B. Alat:
Tidak Ada
C. Pelaksanaan:
1. Semua peserta berkumpul membentuk lingkaran yang agak rapat dengan posisi menghadap ke punggung peserta yang lainnya.
2. Jika peserta diberi instruksi pijat, maka peserta harus memijat peserta yang ada di depannya
3. Jika peserta di beri instruksi palu, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan menggunakan tangan yang menggenggam.
4. Jika peserta diberi intruksi babat, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan sisi telapak tangan yang terbuka.
5. Setelah beberapa saat, maka peserta membalikkan tubuh agar dapat bergantian.
D. Peraturan:
1. Peserta harus mengikuti instruksi yang diberikan
2. Peserta tidak boleh memukul dan memijat terlalu keras
A. Tujuan Permainan:
1. Memberikan suasana akrab
2. Saling memberi
B. Alat:
Tidak Ada
C. Pelaksanaan:
1. Semua peserta berkumpul membentuk lingkaran yang agak rapat dengan posisi menghadap ke punggung peserta yang lainnya.
2. Jika peserta diberi instruksi pijat, maka peserta harus memijat peserta yang ada di depannya
3. Jika peserta di beri instruksi palu, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan menggunakan tangan yang menggenggam.
4. Jika peserta diberi intruksi babat, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan sisi telapak tangan yang terbuka.
5. Setelah beberapa saat, maka peserta membalikkan tubuh agar dapat bergantian.
D. Peraturan:
1. Peserta harus mengikuti instruksi yang diberikan
2. Peserta tidak boleh memukul dan memijat terlalu keras
Rabu, 05 Oktober 2011
Artikel Motivasi: Pikiran Yang hening
Post by : Outbound Malang
Pejamkan mata anda. Amati apa yang terlintas dalam benak anda. Barangkali anda melihat berkelebat-kelebat bayangan. Mungkin anda menemukan kesenangan, ketakutan atau keinginan anda. Mugkin juga anda mendapat imajinasi , perasaan dan emosi anda. Itu semua adalah bentuk-bentuk pikiran anda. Ia melompat-lompat kesana-kemari. Bagai kuda liar bertera baja panas di pahanya. Tak mudah ditangkap. Namun anda bisa mengamatinya dan sedikit demi sedirkit menenangkannya. Hingga anda mamapu melampirkan tali kendali dan menungganginya.
Hampair setiap sudut hidup kita berkenaan dengan pikiran kita. Pikiran menguasai banyak tindakan dan sikap. Namun, pikiran, seperti anda lihat dalam pejaman mata, sangat mudah berkeliaran. Jangan biarkan pikiran liar menguasai diri anda. Berkonsentrasilah untuk memusatkan pikiran, dan menenagkan pikiran. Dalam keheningan pikiran, anda tidak hanya menemukan fenomena yang luar biasa. Justru, keheningan pikiran adalah fenomena luar biasa itu.
Incoming search terms for the article:
- Outbound Malang
- Outbound di Malang
- Outbound Training
Pejamkan mata anda. Amati apa yang terlintas dalam benak anda. Barangkali anda melihat berkelebat-kelebat bayangan. Mungkin anda menemukan kesenangan, ketakutan atau keinginan anda. Mugkin juga anda mendapat imajinasi , perasaan dan emosi anda. Itu semua adalah bentuk-bentuk pikiran anda. Ia melompat-lompat kesana-kemari. Bagai kuda liar bertera baja panas di pahanya. Tak mudah ditangkap. Namun anda bisa mengamatinya dan sedikit demi sedirkit menenangkannya. Hingga anda mamapu melampirkan tali kendali dan menungganginya.
Hampair setiap sudut hidup kita berkenaan dengan pikiran kita. Pikiran menguasai banyak tindakan dan sikap. Namun, pikiran, seperti anda lihat dalam pejaman mata, sangat mudah berkeliaran. Jangan biarkan pikiran liar menguasai diri anda. Berkonsentrasilah untuk memusatkan pikiran, dan menenagkan pikiran. Dalam keheningan pikiran, anda tidak hanya menemukan fenomena yang luar biasa. Justru, keheningan pikiran adalah fenomena luar biasa itu.
Incoming search terms for the article:
- Outbound Malang
- Outbound di Malang
- Outbound Training
Sabtu, 01 Oktober 2011
Games Outbound: Pijat, Palu, dan Babat
Post by : Outbound Malang
A. Tujuan Permainan:
1. Memberikan suasana akrab
2. Saling memberi
B. Alat:
Tidak Ada
C. Pelaksanaan:
1. Semua peserta berkumpul membentuk lingkaran yang agak rapat dengan posisi menghadap ke punggung peserta yang lainnya.
2. Jika peserta diberi instruksi pijat, maka peserta harus memijat peserta yang ada di depannya
3. Jika peserta di beri instruksi palu, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan menggunakan tangan yang menggenggam.
4. Jika peserta diberi intruksi babat, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan sisi telapak tangan yang terbuka.
5. Setelah beberapa saat, maka peserta membalikkan tubuh agar dapat bergantian.
D. Peraturan:
1. Peserta harus mengikuti instruksi yang diberikan
2. Peserta tidak boleh memukul dan memijat terlalu keras
A. Tujuan Permainan:
1. Memberikan suasana akrab
2. Saling memberi
B. Alat:
Tidak Ada
C. Pelaksanaan:
1. Semua peserta berkumpul membentuk lingkaran yang agak rapat dengan posisi menghadap ke punggung peserta yang lainnya.
2. Jika peserta diberi instruksi pijat, maka peserta harus memijat peserta yang ada di depannya
3. Jika peserta di beri instruksi palu, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan menggunakan tangan yang menggenggam.
4. Jika peserta diberi intruksi babat, maka peserta harus memukul punggung peserta yang ada di depannya dengan sisi telapak tangan yang terbuka.
5. Setelah beberapa saat, maka peserta membalikkan tubuh agar dapat bergantian.
D. Peraturan:
1. Peserta harus mengikuti instruksi yang diberikan
2. Peserta tidak boleh memukul dan memijat terlalu keras
Kamis, 29 September 2011
Artikel Motivasi : Temukan Kesuksesan
Post by : outbound malang
Coba anda lempar sebutir kerikil ke dalam telaga yang tenang. Berpusat dari temapt jatuhnya kerikil itu akan tercipta sebuah riak gelombang. yang mengalun ke penjuru telaga. Kini, bisakah kita menghentikan laju riak gelombang? Mungkin anda mencoba dengan memasukkan telapak tangan anda ke air. Atau menghadangnya dengan kedua belah kaki anda. Namun yang terjadi adalah semakin banyak anda melakukan sesuatu pada permukaan telaga, semakin banyak riak gelombang baru bermunculan. Satu-satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu hanyalah dengan membiarkannya berhenti sendiri.
Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran. Semakin anda melakukan sesuatu pada pikiran anda, semakin sulit anda mencapai ketenangan itu. Amati saja. Jangan tolak atau menghentikan riak pikiran anda. Biarkan pikiran berangsur-angsur tenang. Ketenangan diri dimulai dari ketenngan pikiran, sedangkan ketenangan pikiran, bermula dari ketenangan bernafas. Dalam nafas yang tenang temukan jiwa yang tenang.
Coba anda lempar sebutir kerikil ke dalam telaga yang tenang. Berpusat dari temapt jatuhnya kerikil itu akan tercipta sebuah riak gelombang. yang mengalun ke penjuru telaga. Kini, bisakah kita menghentikan laju riak gelombang? Mungkin anda mencoba dengan memasukkan telapak tangan anda ke air. Atau menghadangnya dengan kedua belah kaki anda. Namun yang terjadi adalah semakin banyak anda melakukan sesuatu pada permukaan telaga, semakin banyak riak gelombang baru bermunculan. Satu-satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu hanyalah dengan membiarkannya berhenti sendiri.
Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran. Semakin anda melakukan sesuatu pada pikiran anda, semakin sulit anda mencapai ketenangan itu. Amati saja. Jangan tolak atau menghentikan riak pikiran anda. Biarkan pikiran berangsur-angsur tenang. Ketenangan diri dimulai dari ketenngan pikiran, sedangkan ketenangan pikiran, bermula dari ketenangan bernafas. Dalam nafas yang tenang temukan jiwa yang tenang.
Langganan:
Postingan (Atom)